GP Ansor Kabupaten Bangkalan

Pangkas Gerakan Proposal, Membangun Sikap Kritis

Bangkalan adalah kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur. Kabupaten ini terletak di ujung paling barat Pulau Madura. Berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Sampang di timur serta Selat Madura di selatan dan barat. Bangkalan yang memiliki luas wilayah 1.260,14 terdiri atas 18 kecamatan. Bangkalan memiliki luas 1.260,14 km2, dengan populasi penduduk 927,433 jiwa (2012). Secara administratif, Bangkalan terdiri atas 18 kecamatan dan terbagi lagi menjadi 8 kelurahan.

Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bangkalan dilantik pada Minggu (25/3/2012) di Pondok Pesantren Nurul Cholil Demangan Barat Bangkalan. GP Ansor Kabupaten Bangkalan di bawah kepemimpinan KH. Hasani Zubair untuk masa khidmat 2012—2016. Pada acara pelantikan, Pengurus GP Ansor Bangkalan itu, Ansor memberikan bantuan kepada anak TKW Siti Zainab yang tengah menjalani proses hukum di Arab Saudi dan bantuan kepada anak yatim.

Terobosan baru dilakukan pimpinan cabang Gerakan Pemuda Ansor Bangkalan, selain fokus pada bidang garap yang menjadi program dasar gerakan pemuda Ansor, mulai Jum’at 19 April 2013, Ansor Bangkalan mulai merambah bidang ekonomi, menggandeng Koperasi Bumi Permata Hati Bangkalan, dibuka layanan  kebutuhan ATK, foto copy, dan penjilidan. Ini ikhtiar agar organisasi ke depan mampu membiayai operasionalnya, minimal mengurangi gerakan proposal.

Ra Zani, panggilan akrab Hasani Zubair, mengatakan Ansor akan mendorong anak cabang agar juga mempunyai unit usaha sesuai dengan kemampuan dan potensi daerahnya. PAC Tragah sudah mempersiapkan badan usaha simpan pinjam. Modalnya Rp50 juta.

Tangtangan organisasi disadari ketat, sehingga GP Ansor Bangkalan melakukan pengkaderan, dengan menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD). Ke depan GP Ansor harus mampu mengambil dan menerima peran-peran strategis baik di internal NU maupun dalam kehidupan bermasyarakat, dan yang tidak kalah penting adalah ketika masyarakat berbicara Ansor yang hadir bukan hanya sosok Banser yang gagah berani, tapi juga ada sosok pemuda yang berkualitas dengan pandangan kebangsaan yang penuh dengan toleransi yang dibungkus dalam konsep ahlusunnah wal jama’ah.

PKD I GP Ansor Bangkalan digelar di PP Miftahul Ulum Al-Islamy Modung. Dari 127 peserta, sebanyak 73 orang dinyatakan lulus.

GP Ansor Bangkalan tergolong kritis terhadap organisasi Nahdlatul Ulama. Buktinya, pada Kamis (30/07/2016), ratusan anggota Banser dan GP Ansor Bangkalan dan Probolinggo menggelar aksi jalan kaki dari makam KH Mohammad Kholil di Desa Martajesah ke Alun-alun Kota Bangkalan.

Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan kepada elite NU yang akan menggelar Muktamar ke-33 di Jombang. Mereka kecewa lantaran yang mengemuka sebelum muktamar hanya soal suksesi ketua umum. Masalah umat tidak tersentuh. Aksi jalan kaki ini sekaligus napak tilas awal-awal pembentukan NU yang ditandai dengan penyerahan tongkat dan tasbih dari KH Mohammad Kholil Bangkalan kepada KH Hasyim Asya’ari di Tebuireng, pada 1924.

Terkait Muktamar, GP Ansor Bangkalan-Probolinggo juga menyampaikan pesan melalui 9 petisi, yang yang dibacakan di halaman Pesarean Syaichona Cholil, Desa Martajasah, Kamis (30/7/2015).

  1. Meneguhkan kembali komitmen kebangsaan untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  2. Mempertahankan dan mengembangkan negara damai dalam konteks Islam Nusantara
  3. Menolak dan Menentang upaya – upaya radikalisasi atas nama agama
  4. Menolak segala kepentingan – kepentingan politik praktis yang menunggangi kegiatan Muktamar Ke – 33 dan kepentingan NU secara Jam’iyah.
  5. Mendukung pemberantasan korupi dan upaya penegakan hukum yang sesuai kaedah perundang – undangan menuju good governmet.
  6. Meneguhkan kembali ahlus sunnah wal jama’ah ala NU sebagai komitmen kembali ke khittah 1926.
  7. Mendorong pemerintah khusus kepolisian untuk mengusut tuntas kasus Tolikara dalam rangka penegakan hukum untuk menjamin kebebasan beribadah.
  8. Senantiasa menjalankan ibadah amaliyah ahlus sunnah wal jama’ah ala NU dan menjalankan praktik – praktik tradisi keagamaan serta toleran terhadap tradisi yang sesuai dengan nilai-nilai slam.
  9. Menjadikan ahlus sunnah waljama’ah sebagai sosial kemasyarakatan menuju terciptanya rasa keadilan kepada selueuh masyarakat Indonesia.

Saat Puncak Harlah ke-80 tahun GP Ansor, Bangkalang mengirimkan sebanyak 1.500 personel Banser dan Ansor dari Kabupaten Bangkalan turut hadir. Apel akbar Ansor bersama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan rangkaian puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-80 tahun yang di selenggarakan di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (4/1/2014).

Mereka terdiri dari utusan PAC Arosbaya berkekuatan 800 Banser serta 1 regu Kelompok Drum Band. Sementara 19 PAC lainnya berkekuatan 20 Banser dan 25 personel. Apel tesebut dihadiri 16.000 Banser se-Jawa Timur.

Sikap kritis juga ditunjukkan dengaan sikap GP Ansor Bangkalan yang mengecam keras aksi seronok model seksi di areal Kolam Pemandian Goa Pote di Desa Jaddih, Kecamatan Socah, yang dapat merusak moralitas masyarakat, terutama anak-anak. GP Ansor juga melayangkan surat protes keras aksi bikini para model tersebut ke Bupati, DPRD dan Polres, Senin (22/2/2016). (f)

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (2012—2016)

Ketua: KH. Hasani Zubair
Sekretaris:
Bendahara:
Kasatkorcab:

Alamat: Gedung PCNU Bangkalan, Jln. Kh. Moch. Kholill VIII/9, Bangkalan
Telpon:
Email: –
Facebook: –
Twitter: –
Website:

(update: redaksi.ansor@gmail.com)

Mars Ansor // Mars Ansor - GP Ansor
  1. Mars Ansor // Mars Ansor - GP Ansor